Tuesday, April 14, 2015

HALAL BIHALAL LEBARAN


Secara umum mungkin Lebaran mungkin masih lama,  walaupun ini sudah memasuki bulan Rajab, yang setelah itu Ruwah, Ramadhan terus Syawal. Tapi saya yakin untuk sebagian masyarakat khususnya yang merantau sudah merencanakan Ritual Mudik Lebaran yang tiap tahunnya tak akan kalian lewatkan. Banyak Status-status Facebook atau Twit di Twitter yang sudah mulai membicarakan Berburu tiket Kereta Online setiap jam 00.00 WIB tiap malamnya atau sekedar memesan Mobil Rental yang mungkin akan sulit di dapat ketika lebaran sudah dekat. Lebaran adalah saat yang sakral di mana setiap anak pasti akan rindu untuk sungkem kepada orang tuanya di desa atau sekedar bertemu kawan lama yang mungkin terpisah karena sama-sama merantau di lain kota, atau sekedar bertemu pacar lama. Well .... pastinya suasana lebaran sangat di nanti-nanti oleh semua kalangan.

Pada posting kali ini saya akan meceritakan kegiatan yang sudah umum untuk setiap lebaran yaitu Halal Bihalal atau kalau masyarakat Tegalmiring menyebutnya Balalan. Balalan atau Halal Bihalal secara bahasa adalah kata majemuk dalam bahasa Arab dan berarti halal dengan halal atau sama-sama halal. Tapi kata majemuk ini tidak dikenal dalam kamus-kamus bahasa Arab maupun pemakaian masyarakat Arab sehari-hari. Masyarakat Arab di Makkah dan Madinah justru biasa mendengar para jamaah haji Indonesia –dengan keterbatasan kemampuan bahasa Arab mereka- bertanya ‘halal?’ saat bertransaksi di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan. Mereka menanyakan apakah penjual sepakat dengan tawaran harga yang mereka berikan, sehingga barang menjadi halal untuk mereka. Jika sepakat, penjual akan balik mengatakan “halal”. Atau saat ada makanan atau minuman yang dihidangkan di tempat umum, para jamaah haji biasa bertanya “halal?” untuk memastikan bahwa makanan / minuman tersebut gratis dan halal untuk mereka.

Kata majemuk ini tampaknya memang ‘made in Indonesia’. Kata halal bihalal justru diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan pada saat setelah selesai Sholat ied yaitu dengan muter-muter berkunjung ke rumah tonggo teparo sambil menikmati aneka makanan atau Kue yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dan lagi bagi anak-anak kecil Balalan adalah waktu untuk mendapatkan Sangu dari para saudara-saudara atau mbah-mbahnya . Hal itu sudah mendarah daging pada setiap masyarakat Indonesia khususnya Bagian Tegalmiring.

Masih berhubungan dengan halal bihalal atau balalan. Semenjak Kepala Desa Seborokrapyak dijabat oleh Bp. Asip Rubangi mulai tahun 2012 yang lalu, ada kegiatan yang tampak berbeda dari periode-periode kepemimpinan sebelumnya. Yang menurut kami hal tersebut teramat positif. Di halaman rumah beliau dipasang tenda tarub untuk menerima para tamu yang mau balalan ke beliau. Yang pasti sangatlah antusias di datangi oleh segenap warga Desa Seborokrapyak. Tak lupa pula di setiap malamnya di gunakan untuk temu kangen antara Pak Kades dengan para perantau yang menghadirkan suasana akrab antara sesama warga Seborokrapyak baik perantau maupun warga yang tidak merantau. Semuanya larut dalam kebahagiaan dan keceriaan lebaran.

Momen Itu juga tak luput untuk kami, para perangkat desa. Pada suatu kesempatan kami Sarimbitan di undang secara Khusus oleh beliau untuk Halal Bihalal. Acaranya sedikit resmi walaupun tetap dalam suasana hangat. Dimulai dari Asrah pangluputan dari pihak yang muda kemudian di terima dan di jawab oleh Beliau, Setelah itu setelah memanjatkan doa bersama-sama kemudian makan bersama.

Hal yang membuat kami merasa nyaman lagi adalah setelah acara tersebut, Beliau mengajak kami sarimbitan dengan istri masing-masing bersilaturahmi dan halal bihalal ke sejumlah para pinisepuh Desa Seborokrapyak. Diantaranya Bp. H. Mantan Harun Rasyid (Lurah Desa Seborokrapyak tahun 1945-1989), Bp. Agung Kholik Budairi (Mantan Kades Seborokrapyak 1998-2012), Bp. H. Mohammad Hadi Supomo, Bp. Kyai Awan Sidiq Sya'bani, Bp. H. Rosjidan, S.Ag, Bp. Drs. H. Sumarso, M.M., Bp. H. Suroto, Bp. Drs. Zainal Arifin dan Bp. Drs. H. Zaenal Abidin Abdul Kadir. beliau mengajak kami semua asrah pangluputan di hari Lebaran tersebut, dan sebagai tradisi agar yang muda menghormati yang lebih tua dan melanjutkan pembangunan desa untuk masa depan melanjutkan cita-cita para pendahulu yang mungkin belum tercapai. Suasana di setiap rumah sesepuh tersebut begitu hangat walaupun paling hanya kurang lebih 5 menit di setiap rumahnya.

Selanjutnya, sudahkan tiket ada dalam genggaman anda untuk mudik? atau bagi yang mau merental mobil, sudah fix kah booking mobil rentalnya. Silahkan berjibaku untuk memperjuangkan mudik kalian. Kami tunggu kedatangan kalian .... semoga besok dalam perjalanan aman dan nyaman selamat sampai rumah, tiada aral suatu apapun yang melintang. Selamat berjuang .........................







1 comment: