Tuesday, December 29, 2015

Say No To Smoking

Sebelum menulis hal ini saya ingin minta maaf kepada seluruh pembaca blog ini, karena mungkin akan bertentangan dengan isi blog sebelumnya yang saya bahas  tentang rokok. Tulisan ini saya buat ketika saya sudah mendapatkan pencerahan tentang segala sesuatu yang menyangkut tentang rokok. Pada Intinya Saya Telah berhenti merokok.

Para pembaca yang budiman, dalam kesempatan inipun saya bukan berarti mengkampanyekan tentang berhenti merokok. Karena saya sangat sadar untuk mengambil keputusan berhenti merokok pasti akan dianggap mustahil oleh para perokok. Itupun anggapan yang pernah melekat pada saya sebelumnya. Apabisa kita berhenti, trus nanti kalau berhenti mau apa, dan banyak hal-hal lain yang seolah-olah menjadi penghalang kita untuk berhenti merokok. Pernah dalam perjalanan karir merokok saya, cie cie ..... saya berhenti .... bahkan berkali-kali. Terhitung saya mulai merokok dari kelas 2 SMK atau saat itu saya berusia 17 Tahun sampai sekarang usia saya 32 tahun. Berkali-kali berhenti berkali-kali kembali pula merokok lagi. saya sadar diwaktu itu keberhentian saya dari rokok adalah karena sesuatu hal yang dramatis dan kadang mengharukan. Misal suatu saat saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri Kakak Sepupu saya sakaratul Maut sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya .. sungguh2 bisa disimpulkan beliaunya dalam keseharianya sangat gemar merokok. Saya Langsung seketika itu berhenti merokok. Hanya berselang sebulan dari  peristiwa itu saya sudah merokok lagi karena lingkungan sangat memungkinkan untuk kembali merokok. Pernah juga saya berhenti karena lingkungan pekerjaan. Saya Waktu itu bekerja pada sebuah percetakan dimana saya pada posisi desain grafis yang di ruangan komputer saya waktu itu tidak dimungkinkan untuk merokok dan ndilalahnya teman2 kerja saya juga tidak ada yang merokok. Waktu itu bisa dibilang lupa sendiri dari kebiasaan merokok.

Di dunia ini tidak ada sesuatu hal yang tak mungkin. Demikian halnya dengan berhenti merokok. Bagaimana tidak selama kurang lebih 15 tahun saya bergumul dengan rokok tapi sekarang saya sudah meninggalkannya. Prosesnya pun menurut saya tidaklah sulit karena segala sesuatu kalau disertai niat yang kuat pasti akan berhasil. Dulu-dulu ketika saya berhenti merokok masih sering tergoda oleh teman-teman yang merokok tapi sekarang karena dilandasi niat yang kuat hal itu tidak terjadi. Saya pun tidak antipati terhadap rokok, karena saya sangat sadar bagi para penggemar rokok akan sangat tidak percaya dengan pemaparan saya ini. Karena saya pernah mengalami dan menggemari rokok juga.

Ada beberapa perbedaan antara ketika saya merokok pada masa itu dan ketika saya sudah tidak merokok sekarang ini :
Nafas terasa lebih Plong
Ketika kita sedang bekerja fisik yang berat perbedaan keadaan sangat terasa jelas.  Dulu ketika merokok nafas kita terasa pendek dan sesak tetapi sekarang terasa lebih panjang dan plong
Batuk Tidak Berat
Flu Batuk bisa menyerang siapa saja entah dia merokok atau tidak. Tetapi terasa berbeda rasanya ketika kita tidak merokok. Flu batuk yang kita alami tidak akan terasa berat seperti halnya ketika dulu saya merokok. Dimana Batuk adalah sesuatu yang sangat menyakitkan dada
Merasa Lebih Sehat
Ada rasa dimana tubuh ini lebih segar dibandingkan ketika dulu sedang merokok. Mungkin sugesti aja atau gimana mengingat penyakit2 yang ada sekarang pun bukan hanya karena rokok, coba lihat disekitar misal bakso diformalin, makanan  berborak atau noodle instan yang tentu semuanya dipersiapkan dengan instan pula, semakin berkembang jaman semakin ditemukan pula macam-macam penyakit yang diderita manusia. Setidaknya Ketika tidak merokok saya merasa setingkat lebih sehat daripada ketika dulu merokok.
Tidak sering tergoda untuk begadang atau keluar malam.
Ketika merokok dulu, istri saya seolah-olah melarang untuk merokok dirumah, walaupun tidak sebegitunya. tapi ketika merokok merasa kikuk sendiri. dan disaat itu pasti akan tergoda untuk mencari tempat yang aman  bersama teman-teman untuk merokok dan tergodalah untuk begadang. dimana pasti akan berefek negatif untuk kesehatan, sudah begadang masih rokok pula .
Efek Ekonomis
Cerita lucu ketika dulu merokok, disaat kita tidak punya uang kadang kita bisa nekat kasbon atau ambil dulu rokok diwarung. Toh dalam pergaulan kalau kita pegang rokok tidak akan ada yang tau kalau kita sedang bokek, padahal rokoknya ngebon. Ketika sudah tidak merokok tidak akan merasakan hal itu lagi. Rokok Saya Dulu adalah Surya PROMILD yang diwaktu itu harganya adalah Rp. 9500,- sekarang ketika diwarung saya tanyakan sudah Harga Rp. 11.500,- . Saya tidak terlibat emosi tentang kenaikan harga rokok. dan pula akan terjadi efek ekonomis tanpa disadari. Bayangkan dengan asumsi rokok saya 2 bungkus sehari Rp. 11.500 X 2 = Rp. 23.000,- X 30 hari = Rp. 690.000,- itu kebutuhan rokok sebulan. sekarang sudah tidak keluar dari kantong lagi karena sudah berhenti.

itulah sekelumit cerita dari saya tentang berhentinya saya dari rokok. sebagai bekas perokok saya sangat paham bagaimana rokok itu .... percuma berkampanye anti merokok karena semuanya berawal dari pribadi masing-masing setiap individu .... sekian




No comments:

Post a Comment