Monday, May 15, 2017

Jangan Terbawa Perasaan

Kalau menurutku sih ...
kita sekarang itu sedang dalam skenario pengalihan isu yang sangat besar. Bagaimana tidak, Kita adalah Bangsa Indonesia yang tumbuh besar karena keberagaman, bertahun tahun sejak merdeka nyaris tidak ada perpecahan antara kita karena selalu mengedepankan Persatuan Indonesia. Akan tetapi saat ini kita dipaksa untuk terkuras emosi mendengar isu dengan nuansa sara ada Ahok lah ada Habib Rizieq lah yang kalau dirasa rasa kita itu Bangsa yang sudah teruji walaupun dipecah belah sebesar apapun kita adalah Bangsa Indonesia yang berbhineka Tunggal Ika.  Saat ini harusnya kita mulai sadar bahwa yang terjadi dalam sekitar kita, dalam sekitar kehidupan( kebutuhan kita ) semuanya mahal. Pajak kendaraan bermotor naik, tarif listrik naik,  BBM naik dan yang lain-lain yang nota bene untuk sebagian masyarakat yang tidak baper oleh isu-isu itu efeknya langsung terasa seolah seperti anak panah yang menghujam jantung kita bukan hati lagi yang penuh perasaan. Oke,  mungkin Negara Indonesia memang sedang membutuhkan dana yang besar untuk pembangunan tapi mbok yao jangan masyarakat yang kecil ini yang dikorbankan, yang harus menanggung konsekuensi. Kami hanyalah kaum marjinal yang sangat rentan terpojok dengan kenaikan-kenaikan harga itu. Ayolah mulai sekarang tersadar .... tidak perlu anda-anda baper dengan isu-isu sara itu , mulailah baper dengan kepentingan-kepentingan yang ada disekitar kita aja. Mohon juga untuk pemangku kepentingan hargailah kami atau ingatlah kami, kami belum tentu mampu menuruti harga-hargamu, bahkan upah kerja kami juga tidak naik terpengaruh oleh perubahan itu, yang ada kami semakin terjepit. Miris beberapa hari yang lalu mbaca berita ada Bapak2 yang bunuh diri karena sudah tak mampu membeli token listrik. Ayolah pak yang arif dan bijaksana , naikkan saja tiket pesawat atau  tiket jalan tol atau yang lainnya. yang kami jarang membelinya. Kami tidak mungkin kan mensabotase untuk tidak membeli token listrik yang ada kami ya akan rugi sendiri ... gelap-gelapan sendiri dan akhirnya Bapak juga akan ketawa dengan sabotase kami😊😊😊😊
Sekian dari kami
Kaum yang termarjinalkan.....

No comments:

Post a Comment